BIP Foundation Bergerak Tanpa Henti di Muharram 1448 H, Dari Ribuan Anak Yatim hingga Warga Binaan Lapas Pamekasan
Kehadiran rombongan BIP Foundation di dalam lapas menghadirkan suasana yang berbeda. Ratusan warga binaan tampak larut dalam pesan-pesan motivasi yang disampaikan H. Ali Zainal Abidin melalui orasi bertajuk "La Tahzan Illa Ma'ana" atau Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita.
Di hadapan warga binaan, petugas lapas, dan para tamu undangan, Ali mengajak seluruh peserta untuk tidak terjebak dalam penyesalan masa lalu. Menurutnya, masa pembinaan harus dijadikan titik balik untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Suasana lapas yang biasanya penuh rutinitas berubah menjadi ruang refleksi. Sejumlah warga binaan tampak terharu ketika mendengarkan pesan-pesan tentang harapan, pengampunan, dan kesempatan kedua dalam kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, BIP Foundation menyalurkan ribuan mushaf Al-Qur'an, santunan bagi warga binaan, serta bantuan senilai Rp2 miliar yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program pemberdayaan bersama Lapas Kelas IIA Pamekasan.
Tidak berhenti pada bantuan sosial, BIP Foundation juga meluncurkan program BIP Farm yang akan dikembangkan bersama pihak lapas sebagai sarana pembinaan ekonomi produktif. Program tersebut mencakup pengembangan peternakan ayam petelur hingga 10.000 ekor, pelatihan kewirausahaan, serta pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan agar memiliki bekal ekonomi ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurut Ali Zainal Abidin, program tersebut dirancang untuk memberikan harapan baru sekaligus membuka peluang kemandirian bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa hukumannya.
"Seseorang tidak boleh dinilai hanya dari masa lalunya. Yang terpenting adalah bagaimana ia bangkit, memperbaiki diri, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sehari sebelumnya, semangat kemanusiaan yang sama juga mewarnai kegiatan Muharram Bersama Ribuan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa yang digelar di Rumah Induk BIP Foundation, Kabupaten Sumenep.
Lautan manusia memadati lokasi kegiatan. Ribuan anak yatim menerima santunan, paket sembako, bantuan pendidikan, serta doa bersama. Tangis haru mewarnai acara ketika satu per satu anak yatim menerima perhatian dan kasih sayang dari para relawan.
Dalam kesempatan itu, Ali Zainal Abidin mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur.
"Jika ingin dicintai Rasulullah SAW, maka cintailah anak yatim. Jika ingin dekat dengan Rasulullah di akhirat, maka muliakan mereka dan jangan biarkan mereka merasa sendirian," pesannya.
Jejak kemanusiaan BIP Foundation juga telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur. Dalam rangkaian BIP Tour Jatim, lembaga tersebut sebelumnya menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar kepada Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Kabupaten Lamongan.
Bantuan itu meliputi pembangunan masjid senilai Rp1 miliar, satu unit ambulans, dua ekor sapi, dukungan pembelian aset tanah yayasan, hingga program pemberian uang saku Rp2 juta bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dinyatakan sembuh agar dapat kembali beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan sosialnya.
Momen paling menyentuh terjadi ketika relawan, pengurus yayasan, dan para pasien ODGJ bernyanyi, berbincang, serta makan bersama tanpa sekat. Kehangatan yang tercipta menjadi simbol bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama.
Sejak berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation dikenal aktif menjalankan berbagai program kemanusiaan. Mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, bantuan penyandang disabilitas, bantuan lansia, bedah rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, program Live Sedekah Online, bantuan biaya pengobatan, bantuan modal usaha kecil, distribusi hewan kurban, pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani, khitan gratis bagi sekitar 1.000 anak, pembagian ribuan tas sekolah, beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan dan pertanian.
Bagi Ali Zainal Abidin, seluruh program tersebut lahir dari keyakinan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama.
"Kami percaya kemuliaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari bagaimana masyarakatnya memperlakukan mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Selama masih ada yang membutuhkan bantuan, kami akan terus bergerak, terus berbagi, dan terus menghadirkan harapan," tegasnya.
Dari ribuan anak yatim di Sumenep, warga binaan di Pamekasan, hingga pasien ODGJ di Lamongan, BIP Foundation terus mengirimkan pesan yang sama: kemanusiaan tidak boleh memilih, dan tidak seorang pun boleh merasa sendirian menghadapi kehidupan. (Diah)

Posting Komentar