Bobol di Jantung Pemerintahan, Pendopo Sampang Dihantam Krisis Keamanan
Insiden di rumah dinas bupati ini memantik kritik keras karena menelanjangi rapuhnya proteksi di ring satu kekuasaan, yang ironisnya dijaga ketat oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama 24 jam penuh dan disokong fasilitas kamera pengawas (CCTV).
Sorotan tajam datang dari Pemerhati Kebijakan Publik, Agus Sugito, ia menilai peristiwa ini bukan sekedar kasus kriminalitas biasa, melainkan tamparan keras yang memperlihatkan bobroknya manajemen pengawasan internal di pusat pemerintahan.
Agus Sugito memandang, bobolnya benteng utama pendopo mencerminkan adanya kelalaian sistemik yang tidak bisa ditoleransi, setiap tahun anggaran daerah dikucurkan untuk membiayai operasional pengamanan, namun realisasinya dinilai mandek pada level formalitas tanpa fungsi kontrol yang rigid.
"Pendopo itu jantung administrasi daerah, tempat dokumen negara dan kebijakan strategis digodok, bukan ruang publik yang bebas disusupi, jika area seketat itu bisa kebobolan dengan mudah, ini adalah bukti nyata runtuhnya supremasi keamanan internal, ada kelalaian fatal dalam penegakan SOP di sana," kata Agus Sugito kepada angkat berita. Selasa, 26 Mei 2026.
Agus juga mengkritik performa satuan pengamanan yang dinilai gagal mengantisipasi celah rawan, sehingga membiarkan simbol kewibawaan daerah tersebut dipecundangi oleh pelaku kejahatan.
Lebih jauh, Agus mendesak aparat penegak hukum bersama Inspektorat tidak hanya mengejar pelaku dari luar, melainkan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap internal pendopo, langkah radikal ini diperlukan untuk memetakan apakah insiden ini murni akibat human error atau ada indikasi pembiaran.
"Logika publik tidak bisa dibohongi, harus diperiksa secara transparan, mengapa perangkat digital seperti CCTV gagal mencegah, dan di mana posisi petugas patroli saat peristiwa terjadi? Jangan sampai ada kesan pembiaran atau bahkan potensi keterlibatan oknum dalam yang memanfaatkan kelonggaran ini," tegas Agus.
Menurutnya, jika bupati tidak segera mencopot kepala satuan pengamanan pendopo dan merombak total birokrasi di rumah tangga kedinasan tersebut, maka publik sah-sah saja berasumsi bahwa ada pembiaran sistemis atas bobroknya moralitas di lingkaran utama kekuasaan Sampang.
Otoritas pendopo kini benar-benar dipojokkan pada pilihan sulit, bersih-bersih internal secara radikal, atau terus menanggung malu akibat dicap sebagai birokrasi yang rapuh dan mudah dipecundangi maling semenjana, skandal ini kini menjadi ujian komitmen bagi pimpinan daerah dalam menjaga integritas dan marwah pusat pemerintahan. ( Red )
Baca Juga:

Posting Komentar