BREAKING NEWS

Kontroversi Ucapan "Londo Ireng", Wartawan Sampang Geruduk DPRD dan Desak Presiden Beri Penjelasan


SAMPANG - Sejumlah wartawan dari berbagai organisasi dan asosiasi media di Kabupaten Sampang menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Jumat (31/7). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kekecewaan terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai telah melukai perasaan insan pers.

Dalam aksi tersebut, para wartawan menyampaikan bahwa penggunaan istilah "Londo Ireng" yang dikaitkan dengan wartawan dan LSM telah menimbulkan keresahan serta dianggap mencederai martabat profesi jurnalis yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat Undang-Undang Pers.

Aksi mendapat respons dari jajaran DPRD Kabupaten Sampang. Ketua DPRD bersama sejumlah anggota dewan, di antaranya dari Fraksi Gerindra dan Fraksi NasDem, keluar menemui massa aksi untuk mendengarkan langsung aspirasi para wartawan.

Anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Fraksi Gerindra, Alan Kaisan, memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden.

"Saya mengerti perasaan teman-teman media. Namun perlu saya luruskan bahwa Bapak Presiden Prabowo tidak menyebut seluruh wartawan Indonesia sebagai 'Londo Ireng'. Menurut penjelasan yang kami pahami, istilah tersebut ditujukan kepada oknum-oknum yang berupaya merusak tatanan bangsa dan mengkhianati negara dengan mengatasnamakan profesi wartawan," ujarnya.

Meski demikian, para peserta aksi menegaskan bahwa mereka tetap merasa kecewa atas munculnya istilah tersebut karena dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap profesi wartawan secara umum.

Dalam pernyataan sikapnya, para wartawan menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki tugas menyampaikan informasi yang faktual, berimbang, dan aktual kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Mereka juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan secara terbuka mengenai maksud dari pernyataan tersebut. Selain itu, para peserta aksi berharap Presiden dapat menyampaikan permohonan maaf apabila pernyataannya telah menimbulkan kesalahpahaman dan melukai perasaan insan pers di seluruh Indonesia.

Para wartawan menegaskan bahwa kritik dan penyampaian aspirasi tersebut tidak mengurangi dukungan mereka terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Namun, mereka berharap hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers tetap terjaga dengan saling menghormati peran masing-masing dalam kehidupan demokrasi.

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai hingga selesai, disertai penyampaian aspirasi kepada perwakilan DPRD Kabupaten Sampang. ( Tim )

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
gambar ucapan
gambar ucapan