Peredaran Rokok Bermerek “Papi Mami” Tanpa Cukai Kian Masif, Nama Tokoh Lokal Terseret


PAMEKASAN -
Peredaran rokok bermerek “Papi Mami” yang diduga ilegal kian masif di wilayah Madura dan memicu keprihatinan serius. Produk yang disinyalir beredar tanpa pita cukai itu kini bukan lagi sekadar isu pinggiran, melainkan telah berkembang menjadi persoalan yang menguji ketegasan aparat penegak hukum.

Temuan di lapangan menunjukkan rokok tersebut beredar luas di berbagai titik, bahkan disebut-sebut telah menembus pasar di luar Madura. Jika indikasi ini benar, maka praktik ini berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar sekaligus mencoreng kewibawaan hukum.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa peredaran rokok “Papi Mami” bukan fenomena baru. Aktivitas distribusinya indikasi telah berlangsung cukup lama dan berjalan relatif mulus, seolah tanpa hambatan.

Ini bukan lagi skala kecil. Kalau sudah lama dan meluas seperti ini, mustahil tidak terdeteksi. Pertanyaannya, kenapa seolah dibiarkan?” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sorotan semakin tajam setelah nama seorang tokoh di Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan, berinisial TFK ikut terseret dalam informasi yang berkembang di masyarakat.

Tokoh yang dikenal sebagai lora tersebut disebut oleh sejumlah sumber, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan.

Tim Garuda08.com telah melakukan upaya konfirmasi langsung dengan mendatangi kediaman TFK hingga empat kali. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berhasil ditemui.

Kami datang untuk klarifikasi, bukan menghakimi. Tapi sikap tertutup seperti ini justru menimbulkan tanda tanya besar,” tegas perwakilan tim. Kondisi ini memunculkan dua kemungkinan yang sama-sama mengkhawatirkan apakah informasi yang beredar tidak berdasar, atau justru ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi.

Di sisi lain, peran aparat penegak hukum, khususnya Bea dan Cukai, kini berada dalam sorotan publik. Dugaan peredaran rokok tanpa pita cukai dalam skala luas dinilai tidak mungkin terjadi tanpa adanya celah pengawasan  atau bahkan pembiaran.

Kalau benar ini berjalan lama dan luas, maka ini bukan sekadar pelanggaran, tapi bisa masuk kategori terorganisir. Aparat tidak boleh kalah oleh jaringan seperti ini,” ujar tiem investigasi garuda08.com

Lebih jauh, publik mulai mempertanyakan komitmen penegakan hukum yang adil,
Jangan sampai hukum hanya tegas kepada pelaku kecil, namun melemah ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki pengaruh.

Meski kritik menguat, prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi.

Informasi yang beredar saat ini masih bersifat indikasi dan membutuhkan pembuktian serta klarifikasi dari semua pihak terkait, termasuk tokoh yang disebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari TFK. Garuda08.com menegaskan akan terus melakukan penelusuran mendalam serta membuka ruang hak jawab seluas-luasnya.

Kasus ini kini menjadi ujian nyata apakah hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, atau justru kembali tunduk pada kekuatan dan kepentingan tertentu. Publik menunggu, aparat ditantang untuk membuktikan ( team )

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image