Modernisasi Panen, Kubota DC-35 Jadi Andalan Petani Sawah Kecil hingga Menengah


SATU SUARA -
Modernisasi alat pertanian terus berkembang seiring kebutuhan petani terhadap efisiensi waktu dan biaya produksi. Salah satu mesin panen yang banyak digunakan di berbagai sentra padi adalah Kubota DC-35, combine harvester berukuran kompak yang dikenal tangguh di lahan sawah kecil hingga menengah.

Mesin produksi PT Kubota Machinery Indonesia ini dirancang untuk memotong, merontokkan, membersihkan, hingga menampung gabah dalam satu proses kerja. Kehadirannya dinilai mampu memangkas waktu panen secara signifikan dibanding metode manual, sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen.

Kubota DC-35 dibekali mesin diesel 3 silinder tipe D1105 turbocharged dengan tenaga maksimum sekitar 33 PS pada 3.000 rpm dan kapasitas silinder 1.123 cc. Mesin ini menggunakan sistem pendingin air sehingga stabil bekerja dalam durasi panjang.

Tangki bahan bakar berkapasitas 60 liter memungkinkan operasional lebih lama tanpa sering melakukan pengisian ulang, sehingga cocok untuk lahan sawah yang luas.

Dari sisi ukuran, DC-35 memiliki dimensi sekitar 4.120 mm (panjang), 1.850 mm (lebar), dan 2.150 mm (tinggi), dengan bobot sekitar 1.550 kilogram. Ground clearance 300 mm membuatnya cukup aman melintasi kontur sawah yang tidak rata.

Sistem penggerak menggunakan crawler (rantai karet) selebar 400 mm, yang membantu distribusi beban lebih merata sehingga tidak mudah terperosok di lahan berlumpur. Tekanan ke tanah yang rendah juga meminimalkan kerusakan permukaan sawah.

Lebar potong mesin mencapai sekitar 1.448 mm dengan sistem perontokan menggunakan drum berdiameter 545 mm. Kapasitas kerja mesin diperkirakan berkisar antara 0,1 hingga 0,27 hektare per jam, tergantung kondisi tanaman dan lahan.

Dengan kapasitas tersebut, satu unit Kubota DC-35 mampu menggantikan puluhan tenaga kerja panen manual, terutama saat musim panen raya yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu.

Penggunaan combine harvester seperti DC-35 dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta menekan biaya operasional jangka panjang. Selain mempercepat proses panen, tingkat kehilangan gabah juga lebih rendah karena sistem pemanenan yang lebih presisi.

Sejumlah kelompok tani menyebut mesin ini cocok untuk kondisi persawahan di Madura dan wilayah Jawa Timur yang banyak memiliki petak sawah berukuran sedang dan akses terbatas.

Dengan teknologi yang terus berkembang, kehadiran mesin seperti Kubota DC-35 menjadi bagian penting dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. ( Red )

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image