Petani Wajib Tahu! Ini Dampak Pemupukan Berlebihan dan Aturan Takaran Ideal per Hektare
Menurut penyuluh pertanian lapangan (PPL), penggunaan pupuk kimia berlebihan terutama Urea bisa membuat tanaman padi tumbuh terlalu subur pada bagian daun dan batang, sementara pembentukan malai dan gabah justru berkurang.
“Kalau urea terlalu banyak, padi memang tampak hijau lebat, tapi mudah roboh (rebah) dan rawan diserang hama seperti wereng dan penyakit blas,” jelas salah satu PPL di Sampang.
Beberapa dampak negatif akibat pemupukan yang tidak sesuai takaran antara lain:
Menurunkan kesuburan tanah akibat penumpukan residu kimia dan garam mineral.
Meningkatkan keasaman tanah (pH rendah) sehingga akar kesulitan menyerap unsur hara.
Meningkatkan biaya produksi tanpa diikuti hasil panen yang optimal.
Membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit dan rebah batang.
Berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian, pemupukan padi harus dilakukan secara berimbang dan bertahap sesuai fase pertumbuhan. Berikut panduan untuk 1 hektare lahan padi sawah dalam satu musim tanam:
1. Pupuk Dasar (0–7 Hari Setelah Tanam)
Urea: 100 kilogram
SP-36: 100 kilogram
KCl: 50 kilogram
2. Pupuk Susulan I (25–30 Hari Setelah Tanam)
Urea: 75 kilogram
KCl: 50 kilogram
3. Pupuk Susulan II (40–45 Hari Setelah Tanam)
Urea: 50 kilogram
• Total Kebutuhan Pupuk per 1 Hektare (satu musim tanam):
Urea: ±225 kilogram
SP-36: ±100 kilogram
KCl: ±100 kilogram
Bila dikonversikan ke skala 1.000 meter persegi (1/10 hektare), maka kebutuhan pupuk rata-rata adalah:
Urea: ±22,5 kg
SP-36: ±10 kg
KCl: ±10 kg
Petani disarankan menambahkan pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, atau pupuk hayati untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang. Campuran pupuk kimia dan organik terbukti meningkatkan hasil panen tanpa merusak struktur tanah.
Selain itu, penggunaan alat Buku Warna Daun (BWD) juga sangat membantu untuk menentukan kebutuhan nitrogen.
“Kalau daun padi sudah hijau tua, artinya unsur nitrogen sudah cukup, tidak perlu ditambah urea lagi,” imbuh penyuluh.
Pemupukan yang tepat tidak hanya membuat padi tumbuh sehat dan hasil panen maksimal, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Petani diharapkan lebih bijak dalam menggunakan pupuk agar produktivitas tetap tinggi tanpa merusak ekosistem tanah. ( Red )
