Persemaian Diserang Tikus, PPL-POPT Beri Arahan Teknis ke Petani Desa Bancelok


SAMPANG -
Serangan hama tikus yang belakangan ini merusak persemaian padi di Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kelompok Tani  bersama petugas pertanian bertindak cepat. Pada Selasa (18/11/2025), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) turun langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan teknis kepada para petani.

Dalam kegiatan tersebut, petani setempat berkumpul di salah satu rumah warga untuk mengikuti arahan terkait mekanisme pengendalian hama tikus yang semakin meresahkan. POPT memberikan penjelasan mendetail mulai dari tindakan pencegahan hingga teknik pengendalian yang efektif di lapangan.

Langkah-Langkah yang Disampaikan Petugas POPT

1. Pengamatan Rutin dan Identifikasi Awal
POPT menekankan pentingnya melakukan pengamatan lahan secara berkala, terutama pada sore dan pagi hari, untuk mendeteksi keberadaan lubang aktif tikus di sekitar persemaian.

2. Sanitasi Lingkungan
Lahan persemaian perlu dibersihkan dari gulma, semak, dan tumpukan jerami yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus. Lingkungan bersih akan menekan populasi tikus sejak awal.

3. Penggunaan Perangkap dan Pengumpanan Terarah
Petugas menyampaikan teknik pemasangan perangkap (trap) serta penggunaan umpan khusus secara terarah pada jalur lintasan tikus. Hal ini dinilai efektif menekan populasi di fase awal tanam.

4. Pengendalian Secara Kelompok (Gropyokan)
POPT menganjurkan pelaksanaan gropyokan atau pengendalian massal berbasis kelompok tani agar hasilnya lebih maksimal. Tindakan serentak dapat memutus rantai perkembangan tikus di satu hamparan lahan.

5. Penggunaan Rodentisida yang Aman dan Tepat Dosis
Dalam arahan tersebut, petugas menjelaskan tata cara penggunaan rodentisida sesuai standar, termasuk lokasi penempatan, dosis, hingga keamanan bagi manusia dan ternak.

6. Pengaturan Air di Persemaian
Mengatur ketinggian air di bedengan menjadi salah satu metode pencegahan, karena tikus cenderung enggan mendekati lahan dengan kondisi tergenang.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Jrengik yang hadir menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani hingga masa tanam berjalan aman. Petani juga diberikan edukasi agar melaporkan secara cepat jika terjadi peningkatan aktivitas hama di lapangan.

“Gangguan tikus ini harus kita atasi sejak dini. Kalau persemaian rusak, tahap tanam berikutnya bisa terganggu. Maka kami bersama POPT akan terus memantau,” jelas salah satu PPL di lokasi.

Hoiry Orlando Petani Desa Bancelok berharap pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan, mengingat serangan tikus beberapa musim terakhir cukup merugikan. Banyak petani bahkan harus melakukan penyemaian ulang akibat bibit habis dimakan tikus.

Dengan adanya langkah terpadu antara petani, PPL, dan POPT, masyarakat berharap produksi padi musim tanam ini bisa kembali stabil dan tidak mengalami kerugian seperti sebelumnya. ( Red )

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image