Bibit Padi Habis Dimakan Tikus, Desa Asem Rajeh dan Sekitarnya Alami Krisis Persemaian


SAMPANG -
Serangan hama tikus di wilayah Kecamatan Jrengik semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya di Desa Asem Rajeh, tetapi juga menjalar ke sejumlah desa sekitarnya. Para petani mengaku bibit padi yang baru ditebar habis dimakan tikus dalam hitungan malam, membuat mereka harus menabur ulang hingga dua bahkan tiga kali.

Kondisi ini membuat petani rugi besar di awal musim tanam. Selain biaya yang membengkak, waktu pengolahan lahan juga menjadi lebih panjang akibat proses persemaian yang terus gagal.

Salah satu petani milenial, Hoiry Orlando, menyampaikan bahwa serangan tikus tahun ini termasuk yang terparah.

“Bibit yang kami tabur langsung habis dimakan tikus. Banyak petani sudah tiga kali menabur ulang, tetap saja diserang lagi. Ini sudah merugikan banyak warga, bukan hanya di Asem Rajeh tapi desa sekitar juga kena,” ujarnya, (14/11/2025).

Hoiry menegaskan, kondisi ini tidak bisa diselesaikan oleh petani sendiri tanpa intervensi pemerintah. Ia berharap Pemkab Sampang dan Dinas Pertanian segera mengambil langkah konkret sebelum musim tanam benar-benar terganggu.

“Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Pertanian turun tangan. Jangan menunggu sampai gagal tanam. Serangan tikus sudah meluas dan perlu tindakan cepat,” tambahnya.

Para petani juga mendesak Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Jrengik untuk turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan kerusakan, serta memberikan solusi teknis seperti pemasangan perangkap massal, penggunaan umpan racun, hingga gerakan gropyokan terpadu.

Selain Asem Rajeh, serangan tikus dilaporkan terjadi di desa-desa sekitar seperti Bancelok , Dan Plakaran, yang semuanya masuk wilayah Kecamatan Jrengik. Banyak petani mulai kesulitan menyiapkan persemaian karena bibit yang ditebar terus diserang.

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah bersama sebelum kerusakan meluas hingga ke tanaman yang sudah berumur dan berpotensi menimbulkan gagal panen di musim ini. ( Red )

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image