Viral Pedagang Rokok di Madura, GASI Desak Bea Cukai Tindak Produsen Besar


MADURA - Ketua Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Ahmad Rifa’i Gasi, angkat bicara menanggapi viralnya video seorang ibu pedagang rokok di media sosial yang menyebut bahwa rokok yang ia jual berasal dari salah satu tokoh pengusaha rokok berinisial H.H. di Madura.

Dalam video tersebut, pedagang itu mengaku akan terus berjualan rokok selama produksi di pabrik masih berjalan. Unggahan itu kemudian memicu perdebatan publik mengenai keadilan dalam penegakan hukum atas peredaran rokok ilegal.

Menanggapi hal itu, Ahmad Rifa’i menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil, transparan, dan menyeluruh. Ia menilai bahwa praktik penindakan yang selama ini dilakukan aparat Bea Cukai sering kali lebih menekan pedagang kecil dibanding pihak produsen besar.

“Kami menghormati tugas Bea Cukai dalam menegakkan aturan, tapi jangan sampai rakyat kecil yang hanya menjual dalam jumlah terbatas dijadikan sasaran utama, sementara sisi hulunya luput dari pengawasan,” ujar Rifa’i dalam pernyataannya, Jum'at (10/10/2025).

Wakil Ketua GASI turut menyampaikan hal senada. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui asal usul rokok ilegal yang disita serta proses hukum yang menyertainya.

“Yang kami harapkan adalah transparansi. Jika ada penyitaan, publik juga perlu tahu siapa yang memproduksi dan bagaimana proses hukumnya berjalan. Ini penting agar penegakan hukum benar-benar adil dan tidak menimbulkan persepsi diskriminatif,” ujarnya.

Fenomena peredaran rokok tanpa cukai di wilayah Madura telah lama menjadi perhatian. Banyak pihak menilai bahwa pengawasan masih terlalu fokus pada pengecer dan pedagang pasar, sementara produsen serta distributor besar belum tersentuh secara serius.

GASI menilai bahwa Kementerian Keuangan perlu turun tangan langsung untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme penindakan di lapangan. Menurut Ahmad Rifa’i, peningkatan pengawasan harus dilakukan secara proporsional dan menyeluruh terhadap seluruh rantai produksi.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Tapi publik membutuhkan jaminan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika rakyat kecil terus ditekan sementara aktor besar seolah tak tersentuh, maka keadilan itu patut dipertanyakan,” tegasnya.

Sebagai penutup, GASI mengajak seluruh pihak mulai dari instansi penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil untuk membuka ruang dialog konstruktif dalam mencari solusi komprehensif terhadap persoalan rokok ilegal di Madura.

“Kami berharap persoalan ini ditangani dengan semangat keadilan sosial. Jangan hanya melihat dari sisi aturan, tapi juga dari sisi kemanusiaan,” pungkas Rifa’i.

Penulis : Team
Editor : Redaksi

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image