Petani Bancelok Jrengik Keluhkan Harga Tembakau Turun Drastis
SAMPANG - Para petani tembakau di Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, tengah menghadapi masa sulit akibat anjloknya harga tembakau pada musim panen tahun ini. Harga jual yang rendah membuat banyak petani merugi setelah berbulan-bulan bekerja keras merawat tanaman mereka.
Salah satu petani setempat, Hoiry, mengungkapkan bahwa dari sekitar 25 ribu tanaman tembakau yang ia tanam, Tapi Harganya Malah Rusak Atau Anjlok.
“Dari 9 ribu batang tembakau yang sudah Terjual, hasilnya hanya sekitar 5 sampai 7 juta rupiah,” ujar Hoiry, Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, nilai tersebut sangat tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan. Harga bibit saja sudah mencapai Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per seribu batang, belum termasuk biaya tenaga kerja dan perawatan harian.
“Kerjanya siang malam, ditambah lagi cuaca tahun ini tidak mendukung. Tapi harga malah jatuh, jadi kami petani banyak yang rugi,” keluhnya.
Petani berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun tangan untuk menstabilkan harga tembakau agar jerih payah mereka tidak sia-sia. Sebab, komoditas ini masih menjadi tumpuan ekonomi utama bagi warga di wilayah Jrengik dan sekitarnya ( Red )
