Ketika Bayi Tiba-Tiba Menangis, Apakah Benar Melihat Makhluk Halus?
SATUSUARA.OR.ID - Banyak orang tua di Indonesia percaya bahwa ketika bayi tiba-tiba rewel, menangis keras tanpa sebab, atau menatap kosong ke arah tertentu, itu pertanda bahwa sang bayi sedang melihat sesuatu yang tidak kasat mata makhluk halus. Namun, benarkah demikian?
Di berbagai daerah, kepercayaan ini sudah turun-temurun. Bayi yang menangis tengah malam atau menatap ke sudut ruangan dianggap sedang melihat sosok gaib. Tak jarang, orang tua langsung mengambil langkah-langkah tradisional seperti membaca doa, menyalakan dupa, atau mengusap tubuh bayi dengan air doa agar “tidak diganggu”.(14-10-25)
Seorang tokoh masyarakat di Sampang, Madura, mengatakan bahwa “orang zaman dulu percaya bayi masih suci dan peka terhadap dunia gaib, jadi mereka bisa melihat makhluk halus yang tak terlihat oleh orang dewasa.”
Namun, dari sisi medis, tangisan bayi sebenarnya merupakan bentuk komunikasi utama mereka. Bayi menangis karena lapar, popok basah, kedinginan, merasa tidak nyaman, atau sedang mengalami kolik (sakit perut akibat gas berlebih).
Menurut dokter anak dr. Rina Setyawati, Sp.A, bayi yang sering menangis tanpa sebab jelas kemungkinan besar sedang mengalami gangguan pencernaan ringan atau overstimulasi.
“Tidak ada bukti ilmiah bahwa bayi menangis karena melihat makhluk halus. Tapi bisa jadi bayi memang peka terhadap lingkungan suara keras, cahaya berlebihan, atau perubahan suhu bisa membuatnya kaget dan menangis,” ujarnya.
Meski begitu, tidak sedikit orang tua yang tetap memadukan pendekatan medis dengan spiritual. Mereka percaya bahwa doa dan suasana tenang juga bisa membantu menenangkan bayi. Dalam Islam misalnya, disarankan membaca ayat kursi atau surah Al-Falaq dan An-Naas untuk perlindungan dari gangguan makhluk halus.
Menangisnya bayi bisa disebabkan oleh banyak faktor mulai dari hal fisik, psikologis, hingga suasana lingkungan. Kepercayaan bahwa bayi dapat melihat makhluk halus masih menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia, namun secara ilmiah belum ada bukti yang mendukung hal tersebut.
Yang paling penting, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan bayi. Bila tangisan terjadi terus-menerus tanpa sebab jelas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter anak.
Editor : Redaksi
