Peredaran Rokok Ilegal di Madura Makin Ganas, Bea Cukai Dinilai Mandul
PAMEKASAN - Puluhan merek rokok ilegal kini membanjiri pasaran bak gelombang tsunami. Sayangnya, Bea Cukai Madura dinilai tidak mampu membendung arus peredaran tersebut sehingga menuai sorotan publik.
Beberapa merek seperti Geboy, Hummer, HJS, SR, dan Avatar yang diduga tidak dilekati pita cukai beredar bebas, bukan hanya di Madura tetapi juga di luar wilayah tersebut. Padahal, keberadaan rokok tanpa pita cukai jelas melanggar ketentuan hukum perpajakan di Indonesia.
Dalam notula hasil audiensi Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) bersama Bea Cukai Kanwil Jatim bulan lalu, pihak Bea Cukai melalui Kasi Intelijen Wideas mengakui adanya pelanggaran dan berjanji akan menindaklanjuti. Namun, hingga saat ini belum ada langkah nyata dari Bea Cukai Madura maupun Kanwil Jatim.
Ironisnya, GASI justru menemukan bukti baru di lapangan: merek Avatar beredar tanpa pita cukai. Kemasan rokok menampilkan tulisan mencolok “20 Batang” dan gambar peringatan kesehatan, namun tetap polos tanpa pita cukai.
Seorang aktivis Pamekasan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, rokok Avatar diduga milik mantan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Produk tersebut mudah dijumpai di warung-warung kecil hingga pasar tradisional.
“Avatar sudah lama dijual bebas di sini. Harganya jauh lebih murah daripada rokok legal. Anehnya, aparat dan Bea Cukai seperti tutup mata. Rokok ini kabarnya diproduksi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan,” ujarnya.
Ia menegaskan, peredaran rokok ilegal merugikan negara dari sisi penerimaan cukai sekaligus mencederai persaingan usaha dengan produsen rokok resmi.
Ketua GASI, Ahmad Rifai, menilai Bea Cukai Madura dan Kanwil Jatim gagal menjalankan tugas pengawasan.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, kami siap membawa persoalan ini ke Kementerian Keuangan dan DPR RI. Ini menyangkut marwah penegakan hukum,” tegasnya, Sabtu (13/9/2025).
Rifai juga menyoroti sikap Humas Bea Cukai yang bungkam saat dikonfirmasi. Sementara Kasi Intelijen Kanwil Jatim yang sebelumnya berjanji akan menindak tegas kini disebut tidak merespons.
“Dulu mereka bilang akan bertindak tanpa pandang bulu. Faktanya sampai sekarang justru ompong,” pungkasnya ( Red )
