GASI Bongkar Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPA di Jrengik, Minta Transparansi


SAMPANG - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) di Kabupaten Sampang dinilai jauh dari konsep layak dan sarat persoalan administrasi maupun teknis. Hal ini ditegaskan Ketua Koordinator Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Ahmad Rifai, saat ditemui di kantornya di Jalan Perum Selong Permai, Kamis (11/9/2025).

Menurut Rifai, pihaknya telah mengantongi temuan di lima kecamatan, yakni Jrengik, Tambelangan, Kedungdung, Robatal, dan Sampang. Bukti-bukti tersebut akan segera disampaikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Brantas dalam audiensi yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Temuan paling mencolok terjadi pada proyek HIPA di Desa Majengan, Kecamatan Jrengik. Program yang seharusnya dikelola secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) justru terindikasi tumpang tindih (overlap) dengan proyek irigasi lain yang masih aktif.

Bahkan, menurut pantauan lapangan, ada dua titik proyek dengan nama berbeda, yakni Mawar Tani dan Putri Kanza. Pengerjaan proyek disinyalir tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), tanpa pondasi yang memadai, dan plester bawah tergenang air karena galian lama tidak ditutup dengan baik.

Upaya konfirmasi kepada Penjabat (PJ) Kepala Desa Majengan tidak membuahkan hasil. Sang PJ Kades memilih bungkam dan menolak memberi keterangan kepada media. Padahal sebelumnya, yang bersangkutan sudah beberapa kali menjadi sorotan publik karena dinilai "alergi" terhadap wartawan.

Sikap tertutup ini semakin memicu kecurigaan publik terkait transparansi penggunaan anggaran di Kecamatan Jrengik.

Menanggapi kondisi ini, Ahmad Rifai menegaskan bahwa pejabat publik wajib transparan dan bertanggung jawab, baik secara moral maupun hukum.

"Jabatan itu amanah. Menutup akses informasi sama saja mengabaikan hak masyarakat untuk tahu," tegas Rifai.

Lebih jauh, GASI menemukan bahwa proyek tersebut diduga bukan dikerjakan oleh kelompok P3A, melainkan pihak luar. Pekerja di lapangan bahkan tidak mengetahui jenis dan sumber proyek yang sedang dikerjakan. Hal ini bertentangan dengan konsep HIPA yang seharusnya dilaksanakan dengan pendekatan padat karya, melibatkan masyarakat petani secara langsung untuk memperbaiki dan meningkatkan jaringan irigasi ( Red )
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image